Difference between revisions of "MataUang"
| Line 17: | Line 17: | ||
# Tekan Simpan. | # Tekan Simpan. | ||
Catatan : <br /> | Catatan : <br /> | ||
| − | + | Secara default, mata uang yang menjadi patokan dasar adalah IDR (Rp.). Oleh karenanya, ketika input nilai tukar mata uang, gunakan standart IDR sebagai mata uang utama.Sebagai contoh, apabila 1 USD adalah 14.900 IDR, maka USD Anda harus memasukkan nilai tukar sebesar 0.0000671. Sedangkan pada IDR adalah 1. | |
Latest revision as of 00:22, 18 September 2017
ISME Soft memiliki fitur multi-mata uang yang memungkinkan Anda untuk mengirim Penawaran Penjualan, Tagihan Pelanggan, Pesanan Pembelian atau menerima Tagihan Pemasok dan pembayaran dalam mata uang selain Anda sendiri.
Secara default mungkin aplikasi ISME Soft yang Anda miliki belum mendukung multi mata uang, harap menghubungi Kami agar fungsi ini dapat diaktifkan.
Contents
Memilih Mata Uang & Update Nilai Tukar
Apabila fungsi multi mata uang telah diaktifkan, Anda dapat memilih mata uang mana saja yang Anda butuhkan. Caranya :
- Pergi ke menu Akuntasi > Konfigurasi > Multi Mata Uang > Mata Uang
- Pilihlah mata uang yang ingin Anda aktifkan, sebagai contoh adalah USD.
- Tekan tombol Aktifkan.
Untuk memasukkan nilai tukar mata uang maka ikutilah langkah berikut :
- Pergi ke menu Akuntasi > Konfigurasi > Multi Mata Uang > Mata Uang
- Pilihlah mata uang yang ingin Anda input nilai tukarnya.
- Tekan tombol Lihat Kurs kemudian tekan tombol Buat / Create.

- Pada Tanggal, masukkan tanggal nilai tukar tersebut berlaku.
- Pada Rate, masukan nilai konversi mata uang.
- Tekan Simpan.
Catatan :
Secara default, mata uang yang menjadi patokan dasar adalah IDR (Rp.). Oleh karenanya, ketika input nilai tukar mata uang, gunakan standart IDR sebagai mata uang utama.Sebagai contoh, apabila 1 USD adalah 14.900 IDR, maka USD Anda harus memasukkan nilai tukar sebesar 0.0000671. Sedangkan pada IDR adalah 1.
Pemanfaatan Multi Mata Uang
Pesanan Pembelian
Tagihan Pemasok
Pembayaran
Perbedaan nominal antara Tagihan Pelanggan atau Tagihan Pemasok dengan jumlah yang dibayarkan (Register Payment) kerap kali terjadi karena faktor fluktuasi mata uang. Sebagai contoh, jika pembayaran dibayar 1 bulan setelah Tagihan Pemasok ini dikeluarkan, maka ada kemungkinan nilai tukar yang berubah. Untuk mengatasinya maka perlu dibuat akun kusus untuk menangani selisih kurs saat melakukan pembayaran.

